Judul Khutbah hari ini adalah “Hakikat Kemenangan”. Namun sebelumnya khotib mewasiatkan kepada diri sendiri dan kepada para hadirin, agar selalu meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT, dengan sebenar-benar taqwa, ketaqwaan yang tidak main-main, tetapi sebuah taqwa yang sungguh, serius, dan bertanggung jawab, sehingga semoga kita semua mati dalam kondisi taqwa, kondisi berserah diri yang sepenuhnya kepada Allah SWT.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازاً

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itulah yang mendapatkan kemenangan. { Q.S. An-Naba’ (78) : 31}.

Menang itu penting, tapi bertaqwa itu jauh lebih penting. Menang itu penting, tapi bertaqwa itu jauh lebih menang. Menang itu penting, tapi bertaqwa itu jauh lebih Utama. Orang-orang yang memenangkan suatu perlombaan, pertandingan, ataupun ujian, baik itu di bidang olahraga, pelajaran sekolah dan kuliah, atau di bidang politik pemilihan umum, pilkada, maka jika kemenangannya dengan cara yang tidak bertaqwa, dengan cara yang batil, manipulasi, mencontek, mencuri, korupsi, dan kolusi, maka mereka yang menang dengan cara yang licik itu lebih berhak untuk bersahabat abadi dengan neraka yang menggelora.

Marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Jangan menunggu menang baru bertaqwa, tapi bertaqwalah maka kita akan menang. Jangan menunggu kaya baru bertaqwa, tapi bertaqwalah maka kita akan kaya. Begitulah janji Allah. Allah akan memberikan kemenangan yang sejati kepada orang-orang yang bertaqwa, dan Allah akan memberikan Kekayaan yang sejati kepada orang-orang yang bertaqwa.

Firman Allah dalam Q.S. 65 : 2-3

… وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً ﴿٣﴾

 “…Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Ia akan memberikan kepadanya jalan keluar (dari permasalahan hidupnya). Dan memberinya rezeky dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan, bagi setiap sesuatu.”

Tidak begitu lama lagi kita akan memilih. Memilih calon terbaik yang akan  menangani propinsi Aceh . Sebenarnya kita semua sepakat bahwa kita akan memilih yang terbaik, tidak hanya berpengalaman tapi juga berperasaan, tidak hanya pandai tapi juga peduli, tidak hanya simpati tapi juga empati, dan tidak hanya berbicara tapi juga aksi yang nyata.

Hidup memang pilihan. Apapun yang kita pilih dalam hidup ini, maka kita akan mendapatkan apa yang kita pilih beserta resikonya. Resiko selalu seimbang dengan nilai usaha kita. Cita-cita besar akan dipaketkan dengan masalah-masalah besar. Memilih apapun dalam hidup, pasti akan menimbulkan akibat yang bersesuaian. Sehingga, siapapun kelak pilihan kita, siapapun kelak pimpinan kita, maka itulah cerminan rakyat Aceh secara umum. Kalau pimpinannya masih suka korupsi maka rakyatnyapun demikian. Kalau pimpinannya suka keadilan maka rakyatnya demikian. Hidup ini bagaikan gema, pantulannya selalu jujur apa adanya. Allah Maha Adil.

Hidup adalah cermin. Resiko adalah cermin dari usaha. Hasil adalah cermin dari upaya. Kemenangan adalah cermin dari Taqwa. Ya, Hidup adalah pilihan, menang dengan cara yang adil atau menang dengan cara yang jahil. Lulus ujian Nasional dengan jujur atau Lulus ujian Nasional dengan membawa jiwa yang kufur. Menang Pilkada dengan jujur apa adanya atau Menang pilkada dengan mencuri start, money politics, menipu, manipulasi, dan memfitnah.

Selain itu, siapaun kelak yang menang, yang penting bagi kita tetaplah menjaga persatuan, memelihara nilai-nilai ketaqwaan. Jangan sampai hanya karena berbeda partai, kita menjadi merasa berbeda agama. Sebab partai bukanlah agama, dan agama bukanlah partai politik. Jangan jadikan agama sebagai topeng kemenangan. Partai itu kecil, Islam itu besar, maka janganlah kita termasuk orang yang mengkerdilkan Islam.

Para Ustadz, Sesepuh, dan Sahabat hadirin Jumat yang berbahagia…..

Sekali lagi, menang itu penting, tapi bertaqwa itu jauh lebih menang. Jika kita perhatikan, maka Kemenangan itu ada tiga modelnya.

Pertama, Kemenangan Kuantitas

Kedua, Kemenangan Kualitas

Ketiga, Kemanangan Kualitas dan Kuantitas

Yang pertama, Kemenangan Kuantitas yaitu kemenangan yang hanya mencari-cari suara terbanyak dengan  segala cara…. yang penting banyak yang milih….. bisa dengan cara money politics, fitnah sana- fitnah sini, serangan fajar, sogok sana sogok sini, dan perilaku negatif buruk lainnya. Inilah kemenagan-kemanangan yang hanya menghadirkan ridho dari Iblis dan kawan-kawannya, itu sebabnya siapapun yang berlaku demikian, maka ia lebih berhak merasakan panasnya neraka, neraka di dunia dan neraka di akhirat. Na’udzubillahi min dzalik

Yang kedua, Kemenangan Kualitas adalah kemenangan yang hanya berorientasi personal, bagus tapi terkesan egois. Mereka adalah orang-orang yang berorientasi taqwa dan sholih secara peribadi. Bagi mereka, yang penting saya menjadi orang sholih, sedangkan jika banyak orang di sekitarnya berlaku maksiat, itu bukanlah urusan mereka. Peribadi-peribadi ini hanya sholih secara peribadi tapi tidak sholih secara sosial. Ke mesjid rajin, tahajjud rajin, tilawah Al-Quran rajin. Tapi berdakwah enggan.

Yang ketiga, Kemenangan kualitas dan kuantitas. Inilah kemenangan yang hakiki. Kemenangan yang mendapatkan suara terbanyak karena hadirnya kualitas-kualitas individu yang mempesona. Merekalah peribadi-peribadi yang banyak menebar manfaat dalam hidupnya. Rosulullah SAW bersabda KHOIRUKUM YANFAUHUM LINNAAS, sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaatnya. Ya, merekalah peribadi2 berkualitas yang menarik kuantitas. Merekalah orang2 yang menjadi magnet dalam semestanya. Merekalah orang2 yang lebih suka memberi contoh daripada mencemooh, lebih suka beraksi daripada mencaci, lebih suka bergerak daripada berteriak. Bagi mereka, Hidupnya bukan sekedar tebar pesona tapi yang terpenting adalah tebar manfaat, ya bukan tebar pesona tapi tebar manfaat. Jika manfaat sudah ditebarkan maka pesona akan hadir dengan sendirinya. Alhamdulillah, segala pesona adalah milik Allah SWT.

Demikian, khutbah jumat ini hari ini, semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang bertaqwa dan kita mendapatkan kemenangan yang hakiki di dunia dan akhirat… Amien….